AI generatif memiliki kemampuan untuk menciptakan konten orisinal dan seringkali didiskusikan dari sudut pandang hak seniman, pemegang hak cipta, maupun aspek tenaga kerja. Namun, dampak terhadap lingkungan masih jarang menjadi sorotan.
Mari kita telaah AI—yang kini semakin menjadi mitra penting dalam praktik kreatif kita—dari sudut pandang konsumsi energi dan dampak lingkungan, dengan merujuk pada riset-riset yang memberikan wawasan menarik.
Konsumsi Energi Berbeda Berdasarkan Tugas
Peneliti dari startup AI bekerja sama dengan ilmuwan dari Carnegie Mellon University dalam sebuah studi yang menyoroti emisi karbon dioksida berdasarkan tugas yang dijalankan AI, serta mengukur jumlah emisi secara akurat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk tugas sederhana seperti klasifikasi teks, emisi karbon dioksida per 1.000 permintaan hanya sekitar 0,2 ~ 0,5g. Namun, untuk tugas yang kini banyak diminati seperti pembuatan gambar, emisi karbon dioksida dapat mencapai hingga 1.000g per 1.000 gambar yang dihasilkan.
Artinya, tugas sederhana seperti klasifikasi teks memiliki efisiensi energi yang tinggi dan emisi yang relatif rendah. Sebaliknya, tugas kompleks seperti generasi gambar membutuhkan konsumsi energi yang jauh lebih besar dan menghasilkan emisi yang lebih tinggi.
Image by Douglas
Dari sisi konsumsi energi, dibutuhkan 2,907 kWh untuk menghasilkan 1.000 gambar. Angka ini mungkin tampak kecil, namun sebagai perbandingan, baterai mobil listrik Model 3 dari membutuhkan 50 kWh untuk pengisian penuh—setara dengan energi yang diperlukan untuk menghasilkan hanya 17.200 gambar.
Saat ini, berbagai platform seperti , , dan menghasilkan gambar dalam jumlah besar. Jika diasumsikan konsumsi energinya setara dengan hasil studi tersebut, maka energi yang digunakan setiap hari cukup untuk mengisi ribuan hingga puluhan ribu mobil listrik.
Dampak Lingkungan yang Tak Terlihat
AI memang mengonsumsi energi saat menjalankan tugas, namun pelatihan dan penerapan model membutuhkan energi yang jauh lebih besar.
Walaupun sulit untuk menghitung biaya energi pelatihan model secara pasti, diketahui bahwa konsumsi energinya jauh lebih besar dibandingkan saat menjalankan tugas.
Misalnya, untuk melatih model yang digunakan oleh —dengan 175 miliar parameter—dibutuhkan energi sebesar 1.287 MWh.
Image by doraseiji
Kreativitas yang Dihasilkan AI dan Manusia
Jika kita meninjau AI dari perspektif dampak lingkungan, memang ada isu penting seperti konsumsi energi dan emisi karbon dioksida yang perlu diperhatikan.
Namun, AI juga membawa manfaat besar—seperti memungkinkan pengeditan dan komposisi gambar hanya dengan instruksi teks, tanpa memerlukan keahlian atau teknik tingkat lanjut.
Masa depan perkembangan AI mungkin sangat bergantung pada bagaimana kita memilih untuk berinteraksi dan memanfaatkannya.






