Pernahkah Anda merasa cemas saat membaca berita?
Kekhawatiran ini semakin meningkat, terutama dengan pesatnya perkembangan teknologi AI (kecerdasan buatan) yang memunculkan kekhawatiran bahwa profesi fotografer akan tergantikan oleh AI. Namun, perubahan ini juga memiliki sisi lain.
Sebenarnya, ada pandangan bahwa kemajuan AI justru semakin menegaskan pentingnya peran fotografer. Perspektif yang berlawanan ini memicu minat dan diskusi baru di dunia seni visual.
"Fotografi" sebagai Informasi Esensial untuk Pembelajaran AI
Dalam pembelajaran AI, hal paling mendasar sekaligus terpenting adalah dataset yang digunakan untuk pelatihan. Tanpa dataset yang berkualitas dan beragam, AI akan kesulitan mempelajari pola yang tepat. Dataset harus dipilih secara cermat sesuai karakteristik persoalan dan mampu menyediakan informasi yang memadai. Fotografi menyediakan informasi visual yang sangat bernilai sebagai sumber data bagi AI.
Image by ohana87
Pemikiran dan imajinasi manusia terus berkembang, melahirkan ide serta perspektif baru. Fotografi sebagai fondasi data—yakni kreativitas manusia—berperan sebagai penggerak utama dalam evolusi dan pengembangan teknologi AI, sehingga orisinalitas manusia tetap tak tergantikan.
Saat ini, AI belum mampu mengoperasikan kamera dan mengambil foto untuk keperluan pembelajaran secara mandiri. Setidaknya, belum...
Menciptakan "Kebiasaan" Justru Lebih Sulit
Meski AI tampak serba bisa dan sangat adaptif, pada kenyataannya, AI kurang piawai dalam merepresentasikan "kebiasaan" atau hal-hal yang tampak biasa. Dalam algoritma pada umumnya, foto-foto yang spektakuler dan mencolok lebih mudah dipelajari karena memiliki elemen menonjol atau karakteristik unik. Namun, hal-hal yang biasa cenderung minim ciri khas atau variasi warna, sehingga AI kesulitan untuk merekonstruksinya.
Image by はくらく
Namun, "foto-foto yang tampak biasa" ini, meskipun menggambarkan lanskap atau peristiwa sehari-hari yang akrab, tetap menyampaikan narasi melalui konteks perubahan halus dan pengalaman orisinal yang unik. Fotografer, melalui konteks dan ekspresi visual, mampu menghadirkan impresi fotografis yang menyentuh kita.
Singkatnya, AI mungkin bisa menjadi Number One, tetapi sulit menjadi Only One—memiliki performa terbaik, namun kesulitan untuk menjadi eksistensi yang benar-benar unik dan tak tergantikan.
Masa Depan Koeksistensi Fotografer dan AI
"AI Membuat Kita Lebih Manusiawi, Bukan Sebaliknya"
Pernyataan ini berasal dari Satya Nadella, CEO Microsoft, yang menegaskan bahwa AI bukanlah pengganti, melainkan penguat kemampuan manusia. Masa depan memang tak pasti; bisa saja kita menghadapi distopia di mana AI mengambil alih pekerjaan manusia. Namun, jika menengok sejarah, saat fotografi muncul, banyak yang mengira para pelukis akan kehilangan pekerjaan, namun kenyataannya seni lukis tetap bertahan meski nilainya berubah. Demikian pula, sensitivitas dan kreativitas fotografer akan memperkaya perkembangan teknologi AI, dan melalui koeksistensi, membuka kemungkinan baru dalam ekspresi artistik. Masa depan seperti inilah yang patut kita percayai.






