Share Your Passion,
Find Your People.

Useful

  • Kontes
  • Majalah
  • photo poster project
  • Lingkaran
  • Galeri
  • Merek & Produsen

Legal

  • Syarat Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Panduan
  • Lisensi
  • Tentang Perusahaan

Updates

  • Instagram
  • Threads
  • Dukungan

© 2026 cizucu Inc.

cizucu

NEWS

Showa? Heisei Retro? Kajian Imaji di Balik Budaya Retro | Knowledge #18

By cizucu · 3 Februari 2024

Showa? Heisei Retro? Kajian Imaji di Balik Budaya Retro | Knowledge #18
Showa? Heisei Retro? Kajian Imaji di Balik Budaya Retro | Knowledge #18

Konsep retro menangkap imaji budaya yang melintasi zaman. Justru ambiguitas konsep inilah yang membentuk daya tarik retro itu sendiri.

Fotografi retro, dengan pesona warna yang memudar, membawa kita menelusuri dunia masa lampau. Foto-foto yang menangkap era Showa dan Heisei tidak hanya menjadi bukti otentik masa lalu, tetapi juga menawarkan perpaduan nostalgia dan kebaruan bagi generasi muda. Imaji masa lalu yang diromantisasi dan estetika yang terlupakan diinterpretasi ulang untuk melahirkan budaya baru.

Pada edisi Knowledge kali ini, kami mengulas alasan mengapa fotografi retro begitu dicintai banyak orang.

Fotografi Showa, Lanskap Heisei

Konsep yang dikenal sebagai Retro Showa merefleksikan era modernisasi pesat dan transformasi budaya. Foto hitam putih atau bernuansa sepia yang menampilkan papan nama retro dan kedai kopi klasik menjadi bukti berharga dari pesona era Showa.

2024-01-heisei-and-showa-retro-image-5

Image by miho

Sebaliknya, Retro Heisei menangkap arus revolusi digital dan tren budaya yang kembali menyoroti benda maupun fenomena tertentu. Foto berwarna cerah dan gambar digital awal menjadi narasi tentang kebaruan dan perubahan di era Heisei. Perubahan garis langit kota, perkembangan budaya anak muda, serta perpaduan teknologi dan fesyen menjadi ciri khas masa tersebut.

2024-01-heisei-and-showa-retro-image-7

Image by Shimakou

Makna Membatasi Imaji Dua Zaman

Era Showa dan Heisei, meski memiliki karakteristik budaya masing-masing, tetap saling berkelindan dalam satu alur sejarah yang berkesinambungan. Budaya analog pada masa Showa dan budaya internet pada masa Heisei saling memengaruhi lintas zaman. Sebagai contoh, kamera film mendominasi era Showa, sedangkan teknologi digital berkembang pesat di era Heisei. Kedua era ini berkontribusi pada budaya fotografi, dan hingga kini baik kamera film maupun kamera digital masih digunakan. Oleh karena itu, batas antara kedua zaman tersebut kerap kabur, dan pemisahan budaya Showa dan Heisei secara tegas menjadi sulit jika mempertimbangkan kesinambungan sejarah dan budaya.

2024-01-heisei-and-showa-retro-image-10

Image by morissy

Oleh karena itu, membatasi dua era hanyalah pendekatan praktis semata, dan menjadi salah satu cara untuk memahami budaya retro. Unsur budaya mengalir melintasi zaman, sehingga maknanya bersifat relatif dan tidak ada garis pemisah yang benar-benar tegas.

Imaji Showa dan Heisei

Imaji Showa dapat ditemukan pada foto-foto kafe, pusat perbelanjaan, dan rumah tradisional Jepang yang tampak berisik atau grainy. Unsur antik menjadi ciri khas Retro Showa. Sementara itu, imaji Heisei tidak terfokus pada satu subjek saja, melainkan lebih pada nuansa emosional seperti 'emoi' atau sensasi 'chill' yang sejuk. Peralihan dari analog ke digital menghadirkan banyak hal baru, namun tetap terasa atmosfer santai yang dinikmati dalam waktu yang berjalan lambat. Lebih dari sekadar subjek, nuansa inilah yang mendekati imaji Retro Heisei.

2024-01-heisei-and-showa-retro-image-14

Image by みわ

Imaji yang Mewariskan Zaman Secara Akurat

Retro Showa maupun Retro Heisei hanya merepresentasikan aspek tertentu dari suatu era, bukan keseluruhan zamannya. Imaji hanya mewariskan sebagian kecil dari zaman, dan berfungsi sebagai alat untuk membangkitkan kesadaran budaya bersama maupun emosi kolektif. Pada akhirnya, fenomena retro adalah upaya membangun ulang imaji masa lalu, yang tidak selalu harus akurat secara historis.

2024-01-heisei-and-showa-retro-image-17

Image by Oliver Bin

Menikmati Ambiguitas Istilah Retro

Kesimpulannya, retro merupakan kumpulan imaji budaya yang merefleksikan perubahan setiap era, dan ketidakjelasannya justru menjadi daya tarik unik retro. Imaji Showa dan Heisei membangkitkan imajinasi kita akan masa lalu, sekaligus menawarkan perspektif baru terhadap masa kini. Retro menjadi jembatan antara sejarah dan kontemporer, mengajak kita untuk menengok masa lalu, menafsirkan masa kini, dan memberi napas baru pada budaya masa depan.

2024-01-heisei-and-showa-retro-image-20

Image by the Oji brown

cover image by Hideki

SHARE ON

Rekomendasi Tim Editorial

2024-01-posotive-effects-of-photograhy-cover-image
magazine·19 Jan 2024

Fotografi Itu Menyenangkan: Efek Positif pada Emosi | Knowledge #17

2024-01-reevaluate-benefits-of-analog-cover-image
magazine·9 Jan 2024

Kebangkitan AI dan Revaluasi Kemanusiaan dalam Fotografi Analog | Knowledge #16

2024-01-new-consumer-culture-from-nostalgia-cover-image
magazine·3 Jan 2024

Jejak Benda dan Budaya Konsumsi Baru dari Nostalgia | Knowledge #14

2023-12-mcluhan-media-theory-cover-image
magazine·26 Des 2023

Meninjau Kembali Teori Media Lewat Kaca Spion | Knowledge #13

Table of Contents

  • Fotografi Showa, Lanskap Heisei
  • Makna Membatasi Imaji Dua Zaman
  • Imaji Showa dan Heisei
  • Imaji yang Mewariskan Zaman Secara Akurat
  • Menikmati Ambiguitas Istilah Retro
  • Rekomendasi Tim Editorial
  1. Berita
  2. Showa? Heisei Retro? Kajian Imaji di Balik Budaya Retro | Knowledge #18