Share Your Passion,
Find Your People.

Useful

  • Kontes
  • Majalah
  • photo poster project
  • Lingkaran
  • Galeri
  • Merek & Produsen

Legal

  • Syarat Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Panduan
  • Lisensi
  • Tentang Perusahaan

Updates

  • Instagram
  • Threads
  • Dukungan

© 2026 cizucu Inc.

cizucu

NEWS

Momen Ber-Aura yang Tak Dapat Kembali | Knowledge #1

By cizucu · 3 Oktober 2023

Momen Ber-Aura yang Tak Dapat Kembali | Knowledge #1
Momen Ber-Aura yang Tak Dapat Kembali | Knowledge #1

‘Knowledge’: Membuka Diskursus Fotografi

Seri ‘Knowledge’ mengajak untuk mendalami pengetahuan seputar fotografi dan memperluas refleksi pemikiran. Pada episode perdana ini, tim redaksi cizucu menuangkan pemikiran mereka tentang fotografi.

Aura yang melekat pada fotografi kontemporer—atau dengan kata lain, sesuatu yang bernilai seni—telah berubah dari aura mistis dan kehadiran magis yang dulu ada pada karya seni rupa modern maupun foto-foto awal. Karena itu, kita perlu mempertanyakan kembali makna tersebut.

Bagi kita yang hidup di masa kini, apa itu fotografi? Makna apa yang dimiliki fotografi bagi kita?

Bayangkan ketika Anda bertemu seorang figur publik di jalan. Hampir semua orang akan segera mengambil foto dengan kamera ponsel. Bahkan pada saat itu, mata kita melihat dunia yang sudah terfilter melalui layar ponsel.

Saat tombol rana ditekan, tidak ada lagi pengurangan frame film secara fisik; gambar langsung terekam dalam memori dan dapat dibagikan ke seluruh dunia.

Terlebih lagi, dengan teknologi generatif AI, kita dapat menciptakan materi promosi atau mengonsumsi gambar sebagai sesuatu yang menyerupai foto. Di tengah konsumsi paralel antara gambar digital dan fotografi, mempertanyakan “bagaimana fotografi tetap menjadi fotografi, dan mengapa fotografi adalah fotografi” menjadi ranah refleksi bagi setiap penikmat.

Sejarah fotografi bahkan belum mencapai dua abad. Untuk memahami esensi media yang telah mengubah cara pandang manusia dan memengaruhi estetika, kita perlu menelaah fotografi tidak hanya dalam konteks masa kini, tetapi juga dalam rentang waktu masa lalu dan masa depan.

Setelah pengantar yang cukup panjang, pada edisi majalah kali ini kita akan membahas konsep ‘aura’ yang esensial dalam menilai nilai fotografi. Fotografi yang menandai awal era teknologi reproduksi. Mari kita renungkan konsep aura yang memberikan nilai artistik pada karya fotografi.

Waktu Ber-Aura Tak Akan Kembali

Pemikir Jerman, Walter Benjamin (1892–1940), dalam bukunya ‘Karya Seni di Era Reproduksi Mekanis’ (1935), membahas tentang konsep ‘aura’.

Apa itu aura? Ia adalah anyaman aneh yang dibentuk oleh ruang dan waktu. Dengan kata lain, meski sedekat apapun, ia tetap merupakan kemunculan tunggal dari kejauhan. Pada suatu sore musim panas, ketika kita memandang deretan pegunungan di cakrawala atau mengikuti bayangan dahan pohon yang menaungi seseorang yang sedang bersantai—itulah saat kita menghirup aura pegunungan atau aura dahan pohon tersebut (1)

Sebuah momen tunggal “di sini dan sekarang”, sesuatu yang unik di mana ruang dan waktu terakumulasi, seperti menatap seseorang yang sedang bersantai—objektivitas terhadap subjek. Itulah yang dimaksud Benjamin dengan ‘aura’.

2023-09-concept-of-aura-by-benjamin-image-5

atget Faucheurs, somme — Foto karya Eugène Atget, fotografer awal yang terkenal

Betapa sulitnya mengungkapkan konsep ini dengan kata-kata. Namun, mari kita coba memahaminya secara intuitif.

Ketika Anda memegang kamera dan mengamati orang-orang yang melintasi persimpangan dari atas gedung, lalu menekan rana tepat saat mereka berpapasan di tengah. Bukankah waktu orang-orang yang hendak menyeberang itu terekam dalam foto? Momen itu tidak akan pernah terulang; mustahil orang yang sama, dengan pakaian yang sama, berdiri di posisi yang sama dan menyeberang ulang di persimpangan itu.

2023-09-concept-of-aura-by-benjamin-image-7

Image by hikaru masamiya

Nilai yang melekat pada setiap karya fotografi kadang lahir dari cara pandang yang berorientasi pada aura. Namun, aura adalah konsep yang sangat intuitif dan maknanya bisa sangat berbeda tergantung pada objeknya.

Seperti halnya teknologi generatif AI yang kini diperdebatkan sebagai pengganti makna aura dalam fotografi, penemuan fotografi sendiri pernah diperdebatkan sebagai teknologi reproduksi yang menggantikan lukisan. Pada edisi Knowledge berikutnya, kita akan mengulas lebih dalam tentang aura dalam fotografi.

Referensi

(1) Walter Benjamin, “Karya Seni di Era Reproduksi Mekanis”, dalam ‘Benjamin Collection (1)’, disunting dan diterjemahkan oleh Kenjiro Asai dan Tetsuji Kubo, Chikuma Gakugei Bunko, 1995

SHARE ON

Table of Contents

  • ‘Knowledge’: Membuka Diskursus Fotografi
  • Waktu Ber-Aura Tak Akan Kembali
  1. Berita
  2. Momen Ber-Aura yang Tak Dapat Kembali | Knowledge #1