Share Your Passion,
Find Your People.

Useful

  • Kontes
  • Majalah
  • photo poster project
  • Lingkaran
  • Galeri
  • Merek & Produsen

Legal

  • Syarat Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Panduan
  • Lisensi
  • Tentang Perusahaan

Updates

  • Instagram
  • Threads
  • Dukungan

© 2026 cizucu Inc.

cizucu

NEWS

Makna Mendalam di Balik Tindakan Mengabadikan Diri: Selfie | Release #14

By cizucu · 16 Agustus 2023

Makna Mendalam di Balik Tindakan Mengabadikan Diri: Selfie | Release #14
Makna Mendalam di Balik Tindakan Mengabadikan Diri: Selfie | Release #14

Kapan Anda biasanya mengambil selfie? Anggota tim redaksi kami sering mengambil selfie bersama teman saat bertemu kembali setelah lama berpisah, atau di momen perpisahan setelah menikmati waktu bersama dengan segelas bir di tangan. Mengunggah selfie ke media sosial dan menengok kembali layaknya buku harian kini telah menjadi bagian dari keseharian banyak orang.

Namun, jika kita menelaah makna selfie sebagai karya fotografi, hal ini menjadi sangat menarik.

Selfie Tertua yang Masih Ada

Sedikit menengok sejarah.

Selfie tertua yang masih ada hingga kini adalah potret diri Robert Cornelius yang diambil pada tahun 1839. Foto ini dibuat dengan teknik daguerreotype (fotografi lempeng perak) yang merupakan teknologi fotografi pada masa itu. Karya ini menjadi sorotan sebagai asal mula selfie karena keunikannya dan nilai historis yang tinggi.
Pada tahun 1839, teknologi fotografi masih membutuhkan waktu pencahayaan yang lama, sehingga mengambil potret diri sendiri merupakan tantangan besar. Dengan keterbatasan teknologi tersebut, bagi masyarakat abad ke-19, "mengambil foto" sendiri adalah sebuah peristiwa besar, dan pengalaman perseptual "memotret diri sendiri" terasa sangat luar biasa.

Video Demonstrasi Daguerreotype (Fotografi Lempeng Perak)
2023-08-meaning-of-selfie-image-5

©︎ Cornelius, Robert, 1809-1893 “Potret Diri oleh Robert Cornelius”

Miniaturisasi Kamera: Sebuah Keniscayaan

Pada masa awal, praktik fotografi sendiri merupakan sebuah peristiwa besar. Namun, dengan berkembangnya film 35mm dan miniaturisasi kamera, fotografi menjadi media yang dapat digunakan kapan saja dan di mana saja untuk merekam momen. Kemunculan fotografer seperti Henri Cartier-Bresson, penulis ‘The Decisive Moment’, tidak lepas dari perubahan teknologi kamera ini. Fotografi menawarkan perspektif baru yang revolusioner bagi masyarakat abad ke-20, memungkinkan mereka mengabadikan momen sekejap yang sebelumnya tak terbayangkan.

Komposisi Selfie dengan Refleksi Cermin Sudah Ada Sejak 1940-an?

Berdiri di depan cermin dan memotret refleksi diri menggunakan smartphone. Untuk mengabadikan pakaian yang dikenakan atau ekspresi wajah hari itu, seseorang mengambil gambar dirinya sendiri. Komposisi foto seperti ini ternyata sudah menjadi pendekatan dalam fotografi sejak dulu.

2023-08-meaning-of-selfie-image-10

Fotografer tidak diketahui 

Foto yang diperkirakan diambil pada 1940-an ini memperlihatkan kamera SLR film yang diposisikan di depan cermin untuk mengabadikan sang fotografer bersama pasangannya. Meski belum seperti sekarang di mana foto bisa diambil setiap hari dengan smartphone, setidaknya kemajuan teknologi kamera telah menjadikan fotografi sebagai media yang lebih sehari-hari, dan makna dari praktik pengambilan gambar pun turut berubah.

2023-08-meaning-of-selfie-image-12

©︎ Balthazar Korab Studios, Ltd

Berpose di depan cermin. Ini merupakan salah satu pendekatan dalam selfie. Layaknya potret diri, melalui fotografi seseorang mengeksplorasi identitasnya. Sejak masa itu, muncul kesadaran untuk meninggalkan jejak diri dan mengekspresikan diri melalui medium fotografi.

Selfie Menjadi Bagian Budaya Berkat Media Sosial

Pengalaman perseptual baru bernama selfie memiliki makna mendalam sebagai cara individu mengekspresikan diri melalui fotografi. Dari era film hingga digital, kini selfie memungkinkan subjek memantau ekspresi dan pose secara langsung melalui layar smartphone saat pengambilan gambar. Sistem berbagi dan saling mengonfirmasi melalui media sosial semakin memperluas ruang ekspresi diri.

Dorongan Ekspresi Diri yang Tak Pernah Berubah

Bagaimana menurut Anda? Selfie telah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian kita, digunakan secara tidak sadar untuk merekam dan membagikan momen spesial maupun peristiwa kecil sehari-hari. Namun, kelahiran selfie tidak lepas dari kemajuan teknologi kamera yang menjadi prasyarat utama. Keinginan untuk meninggalkan jejak diri melalui foto sebagai bentuk ekspresi diri ternyata tidak banyak berubah sejak seratus tahun lalu, dan hal ini terasa sangat menarik sekaligus menghangatkan hati.

Pastinya, seiring kemajuan teknologi dan perubahan sosial di masa depan, cara kita mengekspresikan diri pun akan terus berkembang. Meski kita sudah terbiasa dengan selfie, sesungguhnya teknologi telah menghadirkan cara baru untuk memahami dan mengekspresikan diri.

SHARE ON

Rekomendasi Tim Editorial

2023-08-barbenheimer-campaign-cover-image
magazine·15 Agu 2023

Memandang Trailer "Barbenheimer" yang Dibalut Nuansa Merah Muda|Release #13

2023-08-value-of-context-behind-photo-cover-image
magazine·3 Agu 2023

Menelaah Relasi antara Fotografi dan Konteks melalui Foto Bersejarah Pendaratan di Bulan | Release #12

2023-07-l-mount-alliance-new-members-cover-image
magazine·29 Jul 2023

Kolaborasi Strategis: Anggota Baru Bergabung dalam L-Mount Alliance | Release #11

2023-07-ai-got-prize-cover-image
magazine·25 Jul 2023

Karya Foto AI Memenangkan Kontes Fotografi Internasional, Kreatornya Menolak Penghargaan | Release #10

Table of Contents

  • Selfie Tertua yang Masih Ada
  • Miniaturisasi Kamera: Sebuah Keniscayaan
  • Komposisi Selfie dengan Refleksi Cermin Sudah Ada Sejak 1940-an?
  • Selfie Menjadi Bagian Budaya Berkat Media Sosial
  • Dorongan Ekspresi Diri yang Tak Pernah Berubah
  • Rekomendasi Tim Editorial
  1. Berita
  2. Makna Mendalam di Balik Tindakan Mengabadikan Diri: Selfie | Release #14