MAGAZINE
MAGAZINE
MAGAZINE
MAGAZINE
By cizucu ·

Cover photo by Coly Yu
“Saved & Lost” adalah kontes fotografi daring berskala global yang diselenggarakan oleh cizucu dan terbuka bagi seluruh kreator yang terdaftar di cizucu. Karya-karya unggulan dari seluruh submission akan dikurasi sebagai bagian dari upaya platform ini menemukan talenta baru sekaligus memberikan dukungan sebagai sebuah komunitas.
Tema kali ini adalah “Syukurlah kusimpan; seandainya dulu kusimpan”.
Saat menelusuri kembali rol kamera, terkadang sebuah potret yang dahulu diambil tanpa banyak pertimbangan, seiring berjalannya waktu, menjelma menjadi dokumentasi yang berharga. Di sisi lain, kita mungkin teringat pada foto atau momen yang tak lagi kita miliki, seraya berpikir, “Seandainya saat itu aku memotretnya” atau “Seandainya foto itu tidak kuhapus.”
Kali ini, kami mengundang submission berupa foto dan kata-kata tentang “hal-hal yang berhasil disimpan” dan “hal-hal yang tak sempat diabadikan”. Bukan hanya kecakapan teknis atau tingkat penyelesaian karya yang kami hargai, melainkan juga kisah kecil di balik setiap foto. Anda tidak perlu menulis panjang. Cobalah menyertakan, dengan kata-kata Anda sendiri, “mengapa foto ini tetap Anda simpan” atau “mengapa Anda berharap dahulu sempat menyimpannya”.
Adakah sebuah foto yang baru kini terasa bermakna? Atau, adakah sebuah foto yang mengingatkan Anda pada sesuatu yang justru tidak terekam di dalamnya?
Tidak masalah apabila foto yang membuat Anda berpikir “seandainya dulu kusimpan” sudah tidak lagi berada di tangan Anda. Anda juga dapat mengajukan karya yang merekam lanskap atau benda yang masih ada saat ini—sesuatu yang membangkitkan ingatan akan foto atau momen tersebut.

Foto oleh fujikko
fujikko
Bagi orang-orang yang tinggal di sini, ini hanyalah pagi seperti biasa; bagi saya, ini adalah pagi yang istimewa.
Tim Editorial cizucu
Ritme keseharian yang terus berulang di rumah seseorang mungkin terasa biasa saja bagi mereka yang menjalaninya. Namun, bagi seseorang yang datang dari tempat lain, keseharian tersebut dapat menjadi pengalaman tak lazim yang paling segar dan membekas dalam ingatan.

Foto oleh Coly Yu
Coly Yu
Untuk Menyembuhkan dan Mendekap
Ini adalah perjalanan saya mendampingi ibu berjuang melawan kanker, sekaligus jalan yang membawa seluruh keluarga kami menuju pemulihan.
Tim Editorial cizucu
Waktu yang kita jalani dengan mendampingi kepedihan orang terkasih juga terukir dalam-dalam di hati mereka yang berada di sisinya. Foto ini tidak hanya memancarkan keteguhan dalam menghadapi penyakit, tetapi juga kehangatan seolah sebuah keluarga tengah kembali saling mendekap. Kami merasakan bahwa mendokumentasikan sesuatu dapat menjadi cara untuk menjaga kenangan yang tak ingin kita relakan, sekaligus sebuah laku yang perlahan menyembuhkan batin.

Foto oleh Chan Jian Liang
Chan Jian Liang
Karena hari ini adalah Hari Ibu, saya ingin mempersembahkan foto/poster ini untuk ibu saya.
Saya mendatangi tempat kerjanya untuk memberinya kejutan. Saya ingin mengabadikannya dalam lingkungan kerjanya yang alami, sebab ia telah lama bekerja sebagai tenaga penjualan untuk sebuah merek teh herbal Tiongkok.
Ibu saya adalah sosok yang paling baik, paling tulus, berhati paling murni, dan paling tidak mementingkan diri sendiri. Ia selalu mendahulukan orang lain, dan terkadang saya merasa ia terlalu baik. Namun bagaimanapun juga, saya sangat menyayangi ibu saya, dan ia telah melakukan begitu banyak hal untuk saya. Aku menyayangimu, Bu.
Tim Editorial cizucu
Sosok ibu yang bekerja dan disaksikan setiap hari tentu merupakan bagian keseharian yang tak tergantikan bagi keluarganya. Justru karena fotografer memilih untuk mengabadikan momen yang apa adanya, kelembutan khas sang ibu dan rentang waktu yang telah ia lalui pun terasa tersampaikan. Ini adalah sebuah karya yang meluapkan perasaan tulus “aku sangat menyayangimu” melalui foto sekaligus kata-kata.

Foto oleh 陳冠翔 Charles
陳冠翔 Charles
Empat tahun lalu, ibu Nana berjanji akan menghadiri upacara kelulusannya. Namun tak disangka, dua tahun kemudian ibunya meninggal dunia akibat kanker stadium akhir. Dalam percakapan terakhir mereka sebelum kepergiannya, Nana tidak sempat mengucapkan selamat tinggal dengan layak. Sejak itu, ia seakan terperangkap pada hari dua tahun silam tersebut. Hingga musim kelulusan tiba, semua yang ingin ia katakan pun disampaikannya kepada hujan. Wahai hujan yang turun dari langit, akankah engkau membawa kerinduan ini kembali ke sana?
Ia mengambil foto kelulusan sambil berpose bersama potret ibunya. Janji yang pernah diberikan kepada Nana akhirnya ditunaikan oleh sang ibu. Setelah pemotretan selesai, hujan berhenti dan matahari menampakkan wajahnya.
Tim Editorial cizucu
Janji yang tak sempat ditepati dan kata-kata yang tak sempat disampaikan akan terus tinggal di dalam hati, betapapun waktu berlalu. Namun, dengan berfoto bersama potret sang ibu, Nana mungkin dapat kembali berdiri dalam waktu yang sama dengan kehadiran ibunya yang telah pergi. Karya ini menunjukkan bahwa perasaan “seandainya dulu sempat kuabadikan” pun dapat disusun menjadi sebuah fotografi baru dengan menelusuri jejak dan kehadiran yang masih tertinggal.

Foto oleh Jia Qi
Jia Qi
15 Februari 2026. Tradisi tahunan ayah saya memasak bebek semur untuk keluarga dan teman-teman. Meski usianya terus bertambah, ia masih tetap bersemangat dan berusaha sebaik mungkin agar semua orang dapat menikmati masakannya.
Ia bertanya mengapa tahun ini saya ingin mengambil foto, dan saya hanya menjawab, “untuk kenang-kenangan”. Saya selalu menganggap momen-momen seperti ini berharga, dan sebenarnya tidak pernah ada satu waktu yang benar-benar tepat untuk memutuskan bahwa inilah saat yang baik untuk memotretnya.
“Ada hari-hari yang sebenarnya adalah ‘masa lalu yang indah’ saat kita masih menjalaninya.”
P.S. Ia memang tidak mengatakannya, tetapi selama orang-orang memuji masakannya enak—dan tentu saja memang begitu—ia akan sangat bahagia.
Tim Editorial cizucu
Pemandangan keluarga yang berulang setiap tahun belum tentu akan terus berlangsung selamanya dalam wujud yang sama. Karena itulah, keputusan tulus untuk menekan rana “demi kenangan” terasa begitu membekas. Ketika suatu hari nanti foto ini kembali dipandang, aroma masakan dan ekspresi bahagia sang ayah tentu akan hidup kembali dengan begitu nyata.
【Periode Penyelenggaraan】
Sabtu, 12 September 2026–Minggu, 11 Oktober 2026
【Pengumuman Penerima Penghargaan】
Sekitar Rabu, 21 Oktober 2026
【Hadiah】
Tiket partisipasi gratis untuk “photo poster project” yang diselenggarakan oleh cizucu (untuk 2 orang)
【Cara Mengirimkan Karya】
・Pilih kontes “Saved & Lost”
・Ketuk “Kirim setelah menyetujui ketentuan submission”
・Pilih konten yang akan diposting, lalu kirimkan karya Anda
【Kriteria Penjurian】
(1) Relevansi tema: Apakah karya selaras dengan misi yang tercantum?
(2) Kejelasan subjek: Apakah alasan foto tersebut disimpan, atau alasan mengapa foto itu ingin disimpan, tersampaikan dengan baik?
(3) Kekuatan ekspresi: Apakah foto dan kata-kata saling beresonansi serta memperluas imajinasi audiens?
(4) Ketepatan momen: Apakah fotografer berhasil menangkap peluang dan momentum terbaik dari subjek?
(5) Orisinalitas: Apakah karya menampilkan sudut pandang atau pengalaman khas sang fotografer?