MAGAZINE

Apakah Studio Foto Mengundang Hadirnya Kisah? Panduan Novel yang Bermula dari Fotografi | Knowledge #510

By cizucu ·

Apakah Studio Foto Mengundang Hadirnya Kisah? Panduan Novel yang Bermula dari Fotografi | Knowledge #510

Cover photo by YuKoreeda

Jika Anda menyukai fotografi, saat melihat foto lama mungkin Anda pernah membayangkan, “Dalam rentang waktu seperti apa foto ini diambil?”
Siapa yang menekan tombol rana? Mengapa ekspresinya seperti ini? Adakah seseorang yang tidak tertangkap dalam foto? Alih-alih memberikan jawaban, foto justru meninggalkan pertanyaan. Karena itulah fotografi memiliki kedekatan yang begitu erat dengan cerita.

Kali ini, kami memperkenalkan kisah-kisah yang patut dibaca oleh para pencinta fotografi. Dengan studio foto, toko kamera retro, serta sebuah studio foto yang entah mengapa terasa misterius sebagai latarnya, karya-karya ini menggambarkan bagaimana fotografi membangkitkan sebuah cerita.

Foto Lama Menyimpan Waktu yang Tak Pernah Sampai kepada Penerimanya: ‘江ノ島西浦写真館’

“Foto-foto yang belum diserahkan” tertinggal di sebuah studio foto.
Foto-foto itu telah dipesan, tetapi tidak pernah sampai ke tangan pemiliknya. Keadaan seperti apakah yang melatarbelakanginya?

‘江ノ島西浦写真館’ karya Mikami En merupakan misteri remaja berlatar studio foto yang telah berdiri selama 100 tahun, menelusuri masa lalu dan rahasia yang dibangkitkan kembali oleh foto-foto yang tertinggal. Setelah neneknya, Nishiura Fujiko, meninggal dunia, Katsuragi Mayu mengunjungi studio foto di Enoshima untuk membereskan barang-barang peninggalannya. Di sana, ia menemukan sejumlah foto yang tidak pernah diserahkan kepada para pemesannya. Mayu, yang dahulu bercita-cita menjadi fotografer tetapi melepaskan kameranya setelah sebuah peristiwa, kemudian mulai menelusuri misteri yang tersimpan di balik foto-foto tersebut.

Bagi pencinta fotografi, hal yang menarik adalah foto-foto itu tidak sekadar digambarkan sebagai bukti atau kenangan, melainkan sebagai “sesuatu yang seharusnya diserahkan kepada seseorang”.

Barangkali foto baru memperoleh makna ketika berpindah tangan sebagai benda fisik, bukan sekadar citra pada layar. Namun, bagaimana jika foto itu tidak pernah diserahkan? Bagaimana jika ia tetap tersimpan di rak atau dalam kaleng di studio foto, tertidur selama bertahun-tahun?

2026-08-photo-studio-novels-image-4

Foto oleh Yukihiro

Kisah ini bermula dari pertanyaan: mengapa foto-foto itu tidak pernah diambil oleh pemiliknya?
Foto-foto lama, potret keluarga, dan cetakan yang ditemukan di antara barang peninggalan seseorang—terlebih lagi karena mengambil Enoshima sebagai latar—membuat cerita ini memiliki nuansa realitas yang sulit dipercaya sebagai fiksi. Karena itu, kami sangat merekomendasikan Anda untuk membacanya.

Kamera Menyimpan Jejak Kehadiran Pemilik Sebelumnya: ‘谷中レトロカメラ店の謎日和’

Bukan hanya foto; kamera pun menyimpan begitu banyak cerita.
Pernahkah Anda membayangkan pemilik sebelumnya ketika memegang sebuah kamera bekas?
Ke mana kamera itu pernah dibawa, apa yang pernah direkamnya, dan mengapa akhirnya dilepaskan?

2026-08-photo-studio-novels-image-9

Foto oleh YuKoreeda

‘谷中レトロカメラ店の謎日和’ karya Hiiragi Sanaka merupakan rangkaian kisah misteri berlatar “Toko Kamera Imamiya”, sebuah toko kamera lama di Yanaka, Tokyo. Yamanouchi Raika, yang meminta toko tersebut membeli kamera untuk membereskan barang peninggalan seseorang, terpikat oleh pengetahuan pemilik toko, Imamiya Ryūichi, lalu mulai bekerja paruh waktu di sana.
Berbagai misteri kecil seputar kamera pun dibawa ke toko itu: kamera mainan yang dibawa seekor kucing, kamera half-frame yang rusak, serta foto yang diambil menggunakan kamera stereo.

Daya tarik karya ini tidak hanya terletak pada kesenangan menemukan nama dan struktur kamera klasik. Kamera digambarkan sebagai “peranti yang meneruskan ingatan manusia” dari satu orang kepada orang lain.
Kamera bekas menyimpan jejak kehadiran pemiliknya: bodi yang tergores, kulit yang aus karena pemakaian, sensasi tuas penggulung film, hingga jendela bidik yang berkabut. Namun, mengapa kita justru menyayangi jejak-jejak kecil semacam itu? Kamera yang Anda miliki mungkin saja tiba-tiba muncul dalam kisah ini. Setelah selesai membacanya, Anda mungkin ingin memandang salah satu kamera di rak Anda dengan sudut pandang yang sedikit berbeda.

Menengok Kembali Kehidupan Melalui Fotografi: ‘人生写真館の奇跡’

Jika seluruh hidup Anda hanya dapat diwariskan dalam satu lembar foto, momen seperti apa yang akan Anda pilih untuk diabadikan?
‘人生写真館の奇跡’ karya Hiiragi Sanaka merupakan kisah berlatar sebuah studio foto yang berada di tengah perjalanan menuju surga. Karya ini diperkenalkan sebagai misteri mengharukan tentang Hirasaka, seorang pemuda yang kehilangan ingatan. Ia membantu orang-orang yang telah meninggal meninjau kembali kehidupan mereka, membawa mereka kembali ke masa lalu, dan memungkinkan mereka memotret ulang momen-momen tersebut.

Bagi pencinta fotografi, premis ini terasa sangat dekat dan mendesak. Merangkum kehidupan dalam satu lembar foto bukanlah hal yang mudah. Meski demikian, ketika memandang foto, terkadang kita merasa seolah kembali ke suatu momen pada masa lalu. Potret keluarga semasa kecil, foto kenangan pada masa sekolah, atau satu gambar yang diambil dalam perjalanan. Foto dapat tiba-tiba memanggil kembali waktu yang telah kita lupakan.

2026-08-photo-studio-novels-image-14

Foto oleh Roger Huang

Dalam kisah ini, studio foto dimaknai sebagai sebuah “ruang” yang menyimpan kehidupan orang-orang yang telah meninggal dalam bentuk foto, sekaligus memungkinkan para pengunjung menengok kembali perjalanan hidup mereka sendiri.
Selembar foto tidak menjelaskan seluruh kehidupan seseorang. Namun, ia juga mampu menyodorkan secara hening—bahkan lebih hening daripada kata-kata—waktu yang benar-benar pernah dijalani orang tersebut.

Fotografi sebagai Pintu Masuk Menuju Cerita

Sesekali, cobalah menikmati waktu yang menyerupai sebuah foto dengan secangkir kopi di tangan, alih-alih kamera!
Membaca novel memang terkadang disertai tekanan untuk menamatkannya. Namun, seperti membingkai sepenggal momen dari sebuah cerita, rasanya tidak masalah jika Anda hanya membolak-balik halaman lalu membaca beberapa bagian yang menarik perhatian. Itu pun dapat menjadi sebentuk tangkapan kata-kata—dan sumber inspirasi yang baik bagi praktik fotografi Anda.

Rekomendasi Tim Editorial