photo poster project adalah pameran foto poster yang diselenggarakan cizucu di berbagai belahan dunia, di mana siapa pun dapat berpartisipasi hanya dengan memilih kota dan tanggal.
Proyek yang kami sebut ppp ini bukan sekadar pameran fotografi. Ini adalah komunitas di mana siapa saja dapat membagikan kisahnya dengan aman, sekaligus menjadi kesempatan untuk terhubung secara nyata dengan kreator dari seluruh dunia.
Kali ini, kami berbincang dengan kreator Yui Nakamura yang turut serta dalam .
Silakan perkenalkan diri Anda!
Nama saya Yui Nakamura. Pada bulan April tahun ini, saya memasuki tahun kedua sebagai pekerja profesional. Saat kuliah, saya aktif membuat dan menjual majalah untuk siswa SMA dan mahasiswa.
Sejak dulu saya selalu tertarik pada kamera, namun sempat merasa itu terlalu sulit atau bukan untuk saya, sehingga menjaga jarak. Namun setelah mulai bekerja, saya ingin menghadapi kembali hal-hal yang saya sukai dan yang dulu saya tinggalkan, sehingga saya pun mulai menekuni fotografi.
Apa yang memotivasi Anda untuk berpartisipasi?
Sebelumnya, saya pernah mengikuti edisi khusus yang diadakan di Yokohama. Saat itu tidak ada sesi gallery talk, sehingga saya tidak punya kesempatan untuk menyampaikan pemikiran tentang foto saya dengan kata-kata, ataupun menerima tanggapan dari orang lain.
Karena itu, kali ini saya tertarik untuk ikut karena ingin berada di ruang di mana saya bisa menyampaikan tentang fotografi secara langsung melalui kata-kata.

Bagaimana pengalaman Anda setelah benar-benar berpartisipasi?
Saat melihat foto saya tercetak dan dipajang di ruang pamer, saya merasakan sensasi yang aneh. Berbeda dengan foto yang biasa saya lihat di ponsel, foto itu tampak seperti sesuatu yang berbeda.
Yang paling membekas adalah saat seseorang berhenti dan benar-benar memperhatikan foto saya. Satu gambar yang biasanya hanya berlalu di layar, kini 'berdiam' di ruang pamer—dan itu terasa sangat segar bagi saya.

Dalam sesi gallery talk, meski singkat, saya mendapat kesempatan untuk mengungkapkan pemikiran saya tentang foto secara verbal. Selama ini saya jarang sekali menjelaskan foto saya kepada orang lain, sehingga bisa didengar secara langsung membuat saya sangat senang.
Pada saat yang sama, mendengarkan gallery talk dari peserta lain membuat saya terkejut—bahwa pemandangan yang sama bisa terlihat sangat berbeda di mata orang lain. Dengan mengetahui latar belakang dan sudut pandang yang tidak terlihat hanya dari foto, saya merasa seolah sedikit menyentuh dunia yang mereka lihat.
Ada hal-hal yang baru saya sadari setelah mengungkapkannya dengan kata-kata, dan ada pula sensasi yang tidak bisa dikejar dengan kata-kata. Saya merasa waktu itu mempertemukan saya dengan kedua sisi antara foto dan manusia.
Apa alasan Anda memilih foto tersebut untuk pameran kali ini?
Ini adalah foto yang saya ambil di sekitar Pantai Isshiki.
Saya berjalan tanpa tujuan dari Stasiun Zushi, dan tanpa sadar sudah lima jam berlalu. Selama perjalanan, saya melihat orang-orang yang berjalan santai atau sekadar menatap laut—masing-masing menjalani waktu harian mereka.
Bagi saya, perjalanan ini adalah semacam petualangan kecil yang memakan waktu sekitar tiga jam dari rumah. Namun bagi orang-orang yang tinggal di sana, laut itu adalah bagian dari keseharian, bukan destinasi wisata. Tumpang tindihnya waktu-waktu itu sangat membekas di ingatan saya.

Selain itu, saya sering mengambil kamera ketika ingin mengabadikan momen di depan mata atau saat pikiran saya sedang tidak teratur. Waktu yang saya habiskan untuk memotret, maupun setelah selesai memotret, seringkali membuat perasaan saya menjadi sedikit lebih tenang.
Selama waktu interaksi, saya juga menemukan kesamaan dengan peserta lain ketika membahas 'kapan biasanya memotret', dan itu sangat berkesan bagi saya.
Untuk Anda yang masih ragu ikut photo poster project
Ada banyak hal yang saya sadari yang tidak akan saya dapatkan hanya dengan memotret seperti biasa.
Mengungkapkan dunia yang Anda lihat dengan kata-kata, dan mengenal dunia orang lain melalui foto dan kata-kata mereka—dalam proses bolak-balik itu, saya merasa cara pandang saya terhadap dunia sedikit meluas.
Salah satu daya tarik ppp menurut saya adalah Anda bisa benar-benar berfokus pada karya fotografi itu sendiri dan berdiskusi, tanpa terjebak pada jumlah likes atau impresi di media sosial.
Bagi Anda yang masih ragu, tidak masalah jika belum ada sesuatu yang benar-benar selesai. Dengan mencoba keluar dari zona nyaman, mungkin Anda akan melihat pemandangan yang berbeda.
Ini adalah pengalaman yang membuat saya ingin terus berpartisipasi ke depannya.


