KontesMajalahphoto poster project
ChallengeFocusIssueKnowledgeReleaseNewsEvent

MAGAZINE

Menjelajahi Spot Fotografi Kinugawa Bersama umai_gohan | ISSUE #216

By umai_gohan · 15 Mei 2026

Seri 『Perjalanan Fotografi』
Menjelajahi Spot Fotografi Kinugawa Bersama umai_gohan | ISSUE #216

Cover photo by umai_gohan

Menjelajahi Spot Fotografi Kinugawa Bersama umai_gohan | ISSUE #216

Cover photo by umai_gohan

Kali ini, kami meminta umai_gohan, seorang kreator cizucu yang menangkap budaya dan identitas dari berbagai penjuru dunia, untuk membagikan spot fotografi rekomendasinya di area Kinugawa.

Kinugawa adalah kawasan di mana jejak kejayaan masa lalu dan wajah destinasi wisata masa kini saling berdampingan. Spot-spot pilihan umai_gohan, yang tertarik pada ‘ketidaksesuaian’ tersebut, semuanya menghadirkan kontur waktu yang masih tertinggal di tanah ini.

Apa alasan memilih area Kinugawa?

Kinugawa adalah destinasi wisata yang mungkin terlupakan, namun belum benar-benar hilang dari ingatan. Dahulu, tempat ini ramai dikunjungi banyak orang. Kini, meski masih berfungsi sebagai destinasi wisata, cara menikmatinya telah berubah dari masa lalu.

Sisa bangunan penginapan berdiri menjulang dari lembah, seolah mengawasi para pengunjung dengan diam. Orang-orang yang datang kini memiliki tujuan aktivitas yang berbeda, dan sisa bangunan itu kini menjadi bagian dari lanskap.

Terlalu sederhana jika hanya menyebutnya sebagai ‘bangunan terbengkalai’, sebab memori kehidupan masih sangat terasa di sana. Namun, jika hanya melihatnya sebagai destinasi wisata, waktu di sini terasa terlalu beku. Ketertarikan saya pada ambiguitas antara masa lalu dan masa kini inilah yang membawa saya berkunjung kali ini.

Meski waktu terus berjalan, ada bagian yang seolah terpotong dan tertinggal. Saya ingin melihat sendiri ‘ketidaksesuaian’ tersebut, dan itu menjadi salah satu alasan utama kunjungan ini.

1. Sisa Bangunan Penginapan

2026-05-kinugawa-spots-by-umai-gohan-image-5

Foto oleh umai_gohan

Ini adalah sisa bangunan penginapan besar yang dulunya dipenuhi wisatawan. Meski strukturnya masih berdiri, ruang ini kini terasa seperti kekosongan waktu yang kehilangan fungsinya.

Poin Fotografi

Dari tata letak kamar, pemandangan di balik jendela, hingga detail pegangan tangga, semuanya mengajak kita membayangkan ‘waktu yang pernah dihabiskan seseorang di sini’. Dalam memotret, saya berusaha menangkap ‘ruang kosong’ yang muncul setelah jejak manusia menghilang.

2026-05-kinugawa-spots-by-umai-gohan-image-9

Foto oleh umai_gohan

Justru karena gerak, suara, dan suhu yang dulu ada telah hilang, kontur ruang kini semakin menonjol dan terasa nyata.

2. Jejak yang Bersambung

2026-05-kinugawa-spots-by-umai-gohan-image-12

Foto oleh umai_gohan

Papan petunjuk, daftar menu, hingga mesin penjual rokok—berbagai informasi masa lalu masih tertinggal di banyak sudut. Saat berjalan di Kinugawa, saya mengumpulkan fragmen-fragmen itu satu per satu.
Meski potongan-potongan itu tidak pernah membentuk satu kesatuan utuh, kontur waktu yang pernah ada di sana perlahan muncul ke permukaan.

Poin Fotografi

Bukan sekadar menelusuri ‘jejak penggunaan’, melainkan lebih tertarik pada ‘struktur yang tersisa setelah tidak lagi digunakan’.
Meski tiap detail tampak sepele, ketika dikumpulkan, kepadatan memori tempat ini perlahan terasa semakin nyata.

2026-05-kinugawa-spots-by-umai-gohan-image-16

Foto oleh umai_gohan

3. Panorama

Lapis demi lapis waktu yang tak bisa dikembalikan lagi kini tetap menjadi lanskap di tanah ini. Meski kita bisa mengetahui sejarahnya dari arsip, rasanya sulit untuk benar-benar merasakan intensitas masa lalu itu.

2026-05-kinugawa-spots-by-umai-gohan-image-19

Foto oleh umai_gohan

Poin Fotografi

Di tanah ini, pernah ada kawasan onsen yang ramai, tempat orang berkumpul dan memori bertumpuk lapis demi lapis. Cara kita menerima jejak yang tertinggal akan membentuk persepsi masing-masing terhadap tempat ini. Saya merasa waktu di sini tidak benar-benar berhenti, melainkan terus bertahan dengan bentuk yang berbeda.

2026-05-kinugawa-spots-by-umai-gohan-image-22

Foto oleh umai_gohan

Bagaimana menurut Anda?

Menurut umai_gohan, memotret di Kinugawa lebih dekat dengan ‘bagaimana menerima’ daripada ‘mencari’ subjek. Di lokasi, intuisi lebih diutamakan daripada komposisi, dan keputusan diambil dengan cepat. Karena seluruh area terasa seperti memori yang berkesinambungan, ia menggunakan lensa 135mm dan 80-200mm untuk menjaga jarak dan menangkap tekanan ruang secara sederhana. Ia juga menyampaikan bahwa saat proses editing, foto-foto tersebut baru terasa seperti memori yang dihidupkan kembali—sebuah kesan yang sangat membekas.

Silakan kunjungi spot fotografi rekomendasi umai_gohan dan rasakan sendiri keindahannya melalui mata Anda.

Information
information-23-item-image

umai_gohan

Memotret terutama di area bangunan terbengkalai, street, dan kebun binatang.
Mengutamakan penggunaan lensa fix, komposisi minimalis, dan pengambilan keputusan spontan untuk menangkap ‘kepadatan waktu’.
Perangkat yang digunakan sangat terfokus pada tujuan dan preferensi pribadi.

cizucu:umai_gohan
Threads:@umai_gohan___

Rekomendasi Tim Editorial

  1. Majalah
  2. Issue
  3. Menjelajahi Spot Fotografi Kinugawa Bersama umai_gohan | ISSUE #216