Reading the Trail
‘Reading the Trail’ adalah Open Call fotografi daring berskala global yang dikurasi oleh cizucu, terbuka untuk seluruh kreator yang terdaftar di cizucu. Dari karya-karya yang dikirimkan, karya unggulan akan dikurasi untuk menemukan talenta baru di platform ini, sekaligus memperkuat dukungan komunitas.
Tema kali ini adalah 〈Jalur〉.
Jalur yang kita gunakan sehari-hari untuk berpindah tidaklah hadir begitu saja, melainkan tercipta melalui aktivitas melintas yang berulang.
Bukan hanya manusia, makhluk hidup dan alam pun menciptakan ‘jalur’ melalui pergerakan, mencari makan, migrasi, dan lalu lintas yang berulang, sehingga meninggalkan jejak kecil di permukaan bumi atau ruang. Akumulasi jejak ini pada akhirnya membentuk satu garis yang nyata.
Tanah yang dipadatkan, rumput yang rebah, jejak di permukaan salju, jalan pintas di kota—semua adalah kontur ruang hidup yang terbentuk dari lalu lintas manusia, makhluk hidup, dan udara yang terus mengalir. Temukan garis-garis yang ditinggalkan oleh pergerakan, dan renungkan makna di baliknya.
Inspirasi

Foto oleh くろの
くろの
Redaksi cizucu
Satu garis tanpa rumput yang tumbuh tampak seperti jejak pilihan yang terus-menerus dipilih oleh manusia atau makhluk hidup menuju tujuan tertentu. Dengan sering dilalui, tanah menjadi padat, batu-batu mulai tampak, dan kontur jalur semakin jelas. Semakin lebat pepohonan dan semakin menantang lingkungannya, semakin menonjol pula jejak trail yang telah digunakan berulang kali.

Foto oleh Andy
Andy
Redaksi cizucu
Jalur ini tampak seperti perluasan sadar dari prinsip yang sama dengan terbentuknya trail alami, namun dalam konteks urban. Garis putih dan panah menggantikan jejak kaki, dan lampu lalu lintas menggantikan intuisi tubuh dalam menentukan giliran. Manusia dan kendaraan terus-menerus merealisasikan kesepakatan ini, sehingga ruang ini terus terbentuk melalui penggunaan sehari-hari. Saya merasakan ekologi urban yang memungkinkan berbagai tujuan berjalan berdampingan tanpa bertabrakan.

Foto oleh yuki
yuki
Redaksi cizucu
Jembatan ini seolah menegaskan kehendak manusia untuk terkoneksi, hasil dari kemajuan dan perkembangan. Untuk melintasi lembah, batas geografis diubah menjadi desain, jarak dan waktu tempuh pun direkonstruksi. Sementara itu, hutan dan pegunungan di sekitarnya menampilkan dinamika vegetasi yang terus berkembang dan keberlanjutan lanskap itu sendiri. Kontras ini memperlihatkan skala ekspansi manusia yang berdampingan dengan kekuatan alam yang luar biasa dalam satu bingkai.

Foto oleh Siili
Silli
“Hutan musim dingin Nordik yang tenang”
📷 CANON EOS Kiss X5
Redaksi cizucu
Dikelilingi pepohonan dan salju yang menumpuk, terdapat jejak lalu lintas yang diciptakan manusia. Lampu jalan dan kabel membentuk garis dari atas, sementara jejak roda tipis di bawah menjanjikan lalu lintas berikutnya. Meski nuansa alam masih sangat kuat, perhatian manusia untuk meminimalkan kegelapan dan kebingungan tetap terasa. Jalur ini sangat merepresentasikan infrastruktur kehidupan masyarakat yang tinggal di bawah kondisi iklim ekstrem.

Foto oleh おめやす
おめやす
Redaksi cizucu
Melihat satu jalur utama yang membentang melintasi hutan dan sungai, saya merasa bahwa distribusi dan mobilitas adalah fondasi penting bagi wilayah ini. Aliran manusia, kendaraan, dan barang-barang dijaga agar tidak terhambat, dengan jembatan dan jalan layang yang menghubungkan batas-batas alam, memperpendek jarak ke kota-kota yang berkembang. Jalur ini menjadi wadah sirkulasi yang menopang aktivitas komunitas setempat.
Informasi Kontes
【Periode Penyelenggaraan】
7 Februari 2026 (Sabtu) – 6 Maret 2026 (Jumat)
【Pengumuman Penghargaan】
Sekitar 16 Maret 2026 (Senin)
【Reward】
Tiket partisipasi gratis ‘Photo Poster Project’ yang diadakan oleh cizucu (untuk 2 orang)
【Cara Pengajuan】
・Pilih kontes ‘Reading the Trail’
・Ketuk ‘Setujui Syarat & Ketentuan dan Kirim’
・Pilih konten unggahan dan kirimkan karya
【Kriteria Kurasi】
(1) Kesesuaian tema: Apakah karya sesuai dengan misi yang tercantum.
(2) Subjektivitas: Apakah pesan dan maksud fotografer tersampaikan.
(3) Ekspresivitas: Apakah terdapat kekuatan ekspresi dalam sudut pandang, komposisi, keseimbangan, fokus, warna, dan lain-lain.
(4) Momen: Apakah mampu menangkap momen dan timing subjek foto.
(5) Orisinalitas: Apakah terdapat kreativitas unik dalam lokasi pemotretan, subjek, dan sebagainya.

