MAGAZINE

photo poster project | Waktu Bahagia yang Hadir Setelah Berbincang tentang Fotografi oleh つぼ | ISSUE #171

By cizucu ·

photo poster project | Waktu Bahagia yang Hadir Setelah Berbincang tentang Fotografi oleh つぼ | ISSUE #171

cizucu menyelenggarakan di berbagai belahan dunia. Dengan hanya mengunggah foto ke cizucu, Anda dapat berpartisipasi dalam pameran foto poster dan bertemu teman fotografer baru yang belum pernah Anda temui sebelumnya.

Kali ini, kami berbincang dengan kreator つぼ yang turut serta dalam .

Silakan perkenalkan diri Anda!

Perkenalkan, saya つぼ.

Sejak masa sekolah, impian saya adalah “memotret seumur hidup!”, dan sejak bekerja paruh waktu di masa SMA, saya selalu berkecimpung di dunia fotografi.

Saya pernah mencoba bekerja di bidang fesyen dan kuliner, namun pada akhirnya saya selalu kembali ke dunia fotografi.

Jika suatu saat saya tidak bisa lagi memotret, saya merasa saya bukan diri saya lagi—sebegitu pentingnya fotografi dalam hidup saya.

Apa yang mendorong Anda untuk ikut serta?

Tahun lalu, saya mengadakan pameran foto perdana dalam hidup saya. Setelah pameran itu berakhir, kamera yang telah saya gunakan selama 13 tahun rusak, dan saya mengalami burnout serta patah hati sehingga hampir tidak memotret sama sekali. Di saat itu, staf cizucu mengundang saya untuk berpartisipasi dalam .

Saya merasa sudah saatnya kembali memotret, dan meskipun jarang ada kesempatan ke Sapporo, kebetulan saya ada urusan di sana pada hari pameran. Saya merasa ini adalah takdir, sehingga saya memutuskan untuk ikut serta.

Bagaimana pengalaman Anda setelah berpartisipasi?

Saya sangat gugup, dan pintu ruang pameran yang sangat stylish membuat saya kesulitan membukanya, namun staf membukakan pintu dan menyapa saya sehingga saya merasa tenang.

Saat mempresentasikan karya, bibir saya bergetar, kata-kata sulit keluar, dan jantung saya serasa mau meloncat keluar...
Namun semua orang melihat dan mendengarkan saya dengan penuh perhatian, sehingga saya pun berusaha menatap mata mereka dan menyampaikan perasaan saya dengan jujur.

2026-02-ppp-review-by-tsubo-image-9

Setelah mendengar cerita dan pemikiran di balik karya, ketika saya kembali berkeliling melihat karya-karya tersebut, saya merasakan kesan yang berbeda dari kesan pertama—sebuah pengalaman yang unik.

Saya berbincang dengan semua orang hingga waktu habis, dan kali ini jantung saya berdebar karena alasan yang berbeda dari rasa gugup di awal. Rasanya seperti melayang, tidak menjejak tanah... Sulit diungkapkan, namun perasaan hangat itu membuat waktu bahagia berlalu begitu cepat.

Apa alasan Anda memilih karya tersebut?

Tema pameran kali ini adalah ‘2025’.

Judul karya saya adalah “Nijūku”.
Tahun ini adalah tahun terakhir saya di usia 20-an, dan saya menjadikan diri saya sendiri sebagai karya.

2026-02-ppp-review-by-tsubo-image-13

Karya yang dipamerkan kali ini

Kekhawatiran dan kegelisahan karena merasa belum menjadi dewasa seperti yang saya bayangkan, tekanan dari tanggung jawab yang semakin bertambah seiring bertambahnya usia, serta hari-hari yang tidak berjalan sesuai keinginan.

Saya berusaha memeluk dan bertahan dari perasaan-perasaan yang menusuk itu agar tidak menembus diri saya sepanjang tahun ini.

Saya memilih karya ini sebagai pernyataan tekad untuk menjadikan semua perasaan tersebut sebagai energi penggerak hidup saya ke depan.

Untuk Anda yang masih ragu ikut photo poster project

Mencetak foto ukuran A2 dan memamerkannya, lalu mempresentasikan karya secara langsung— terasa seperti melawan arus zaman.

Justru di era AI seperti sekarang, ada makna tersendiri ketika karya yang dihasilkan manusia disampaikan dengan kata-kata manusia.

Hal itu disampaikan oleh staf di awal acara (maaf jika saya salah menafsirkan...), dan mendengar kata-kata itu membuat saya berpikir, “Wah... saya bersyukur bisa datang ke sini.”

Saya yang memutuskan ikut secara spontan karena merasa ‘mungkin ini takdir’, akhirnya bisa menikmati waktu yang sangat bermakna. Jadi, jika Anda sedikit saja tertarik, silakan ikut secara spontan juga!

photo poster project

Rekomendasi Tim Editorial