“Lho, kenapa ada garis-garis seperti ini di fotonya?” Pernahkah Anda menemukan pola garis misterius pada foto yang diambil di malam hari atau di dalam ruangan? Fenomena ini, yang sekilas tampak seperti kesalahan teknis, sebenarnya adalah "fenomena flicker"—sebuah jebakan dalam fotografi yang dihasilkan oleh perilaku cahaya dan kecepatan rana.
Kali ini, kami akan membahas mulai dari penyebab munculnya garis, cara pencegahan, hingga pendekatan kreatif untuk mengubahnya menjadi ekspresi visual. Noise yang muncul secara kebetulan bisa saja membuka pintu baru dalam ekspresi fotografi Anda.
Mengapa Garis-Garis Muncul? Memahami Fenomena Flicker
Fenomena flicker terjadi karena sumber cahaya buatan seperti lampu neon atau LED berkedip pada kecepatan yang tidak terlihat oleh mata manusia. Ketika kecepatan rana kamera tidak sinkron dengan siklus kedipan cahaya, perbedaan tersebut terekam sebagai pola garis (banding) pada karya foto Anda.

Photo by はくらく
Fenomena ini dapat terjadi baik pada smartphone maupun kamera mirrorless, terutama saat pemotretan malam atau di dalam ruangan. Namun, dengan memahami mekanismenya, solusinya ternyata cukup sederhana.
Tiga Strategi Mengatasi Flicker Saat Pemotretan
Untuk mencegah fenomena flicker, sedikit penyesuaian sebelum pemotretan menjadi kunci. Langkah pertama yang patut dicoba adalah mengaktifkan fitur "anti-flicker" atau "pengurangan banding" yang tersedia di smartphone atau kamera. Fitur ini secara otomatis mendeteksi siklus kedipan sumber cahaya dan mengoreksi agar pola garis tidak muncul pada karya foto.
Selanjutnya, pengaturan kecepatan rana sangat penting. Di Indonesia, frekuensi listrik umumnya 50Hz, sehingga kecepatan rana 1/100 detik sering direkomendasikan untuk meminimalisir flicker. Jika menggunakan kecepatan sembarangan tanpa memperhatikan frekuensi, pola garis akan lebih mudah muncul, jadi perlu diperhatikan.

Photo by nako
Strategi lain adalah meninjau ulang sumber cahaya. Jika pencahayaan di lokasi pemotretan menyebabkan flicker yang kuat, cobalah mengganti lampu dengan LED yang lebih stabil atau mengatur sudut pencahayaan untuk mengurangi pantulan pada subjek. Dengan pengelolaan cahaya yang tepat, Anda dapat menghasilkan karya foto yang jernih tanpa pola garis.
Pendekatan Alternatif: Mengubah Noise Menjadi Ekspresi Visual
Begitu menemukan pola garis, jangan langsung menganggapnya sebagai kegagalan. Dengan sengaja memanfaatkan flicker sebagai "material", Anda dapat menciptakan visual yang abstrak dan berkesan digital.

Photo by Shun
Khususnya dengan menggunakan kecepatan rana tinggi untuk menangkap pola garis secara sengaja, lalu mengolah warna dan komposisi, "kebetulan" tersebut dapat menjadi karya seni. Perspektif yang mampu menikmati noise inilah yang menjadi kunci ekspresi fotografi kontemporer.

