Kreator yang mencintai fotografi berbagi cerita tentang kamera dan kisah di baliknya. “Kamera favorit” mencerminkan pandangan hidup dan nilai-nilai setiap individu. Dalam edisi kali ini, kami menghadirkan Masashi7069, pengguna setia SIGMA 14mm F1.4 DG DN Art.
Perjalanan yang dipandu oleh fisheye dan ekspresi yang terbuka di depannya. Masashi7069 berbicara tentang daya tarik lensa fisheye SIGMA 14mm F1.4 DG DN Art yang ia pilih untuk memotret galaksi Bima Sakti, serta bagaimana lensa ini membuka ekspresi yang melampaui imajinasi. Lensa yang awalnya hanya untuk fotografi langit berbintang ini akhirnya menjadi teman terbaik untuk perjalanan dan kehidupan sehari-hari. Ikuti jejaknya dan momen-momen yang menggerakkan hatinya.
Informasi Dasar SIGMA 14mm F1.4 DG DN Art
Lensa prime ultra-wide-angle dari lini Art yang dibanggakan SIGMA. Dengan aperture besar F1.4 dan sudut ultra-wide 14mm, lensa ini memberikan performa luar biasa dalam fotografi astrofotografi. Dirancang untuk menangkap bintang sebagai titik cahaya, lensa ini mampu menghasilkan gambar yang jernih hingga ke tepi tanpa distorsi yang signifikan.
Perjalanan Mengejar Bintang
Saya berjalan dalam kegelapan untuk mencari bintang di berbagai wilayah Thailand, seperti Chiang Mai, Mae Hong Son, Tak, Nan, Loei di utara, serta Chachoengsao, Sa Kaeo, Trat, dan Ratchaburi di tengah.
Meski terkadang harus beradaptasi dengan cahaya bulan atau polusi cahaya, saya berhasil menangkap galaksi Bima Sakti dengan detail yang luar biasa.

Perbedaan utama SIGMA 14mm F1.4 DG DN Art dibandingkan lensa F2.8 adalah kemampuannya untuk menurunkan ISO dari 3200–6400 menjadi 1600–3200. Foto yang ditampilkan diambil di Si Phan Don, Laos, menampilkan galaksi Bima Sakti di atas Sungai Mekong. Bintang-bintang terlihat jelas tanpa tergabung dengan sumber cahaya di dekatnya.
Tantangan Setelah Menyadari Fisheye
Saya baru menyadari bahwa lensa 14mm ini adalah fisheye setelah membelinya. Karena tidak bisa melindungi lensa dengan filter, saya awalnya takut menggunakannya untuk berjalan-jalan di kota. Namun, saya merasa sayang jika hanya menggunakannya untuk langit berbintang. Saya mencoba memotret di Festival Phra Samut Chedi, salah satu festival terbesar di Thailand.

Festival ini memiliki wahana bianglala, sirkus mobil dan motor, dan banyak lagi. Saya sangat berhati-hati agar lensa tidak tergores, tetapi hasilnya adalah foto dengan sudut pandang yang segar dan menarik.

Memilih Lensa untuk Satu Foto
Saya membawa SIGMA 14mm F1.4 DG DN Art untuk memotret keseluruhan kuil Loha Prasat di Bangkok yang memiliki refleksi indah.
Meski lebih mudah menggunakan smartphone untuk menangkap keseluruhan pemandangan, saya tetap ingin memotret dengan kamera. Di Wat Paknam, saya juga berhasil menangkap lukisan langit-langit yang terkenal dengan sudut pandang lebih luas.

Terakhir, saya mengunjungi Masjid Sentral Songkhla di Thailand selatan, salah satu masjid terbesar di Thailand. Simetri arsitektur Islam sangat indah, dan saya berhasil menangkap keindahannya dengan lensa ini.

Pada awalnya, saya menganggap lensa ini hanya untuk langit berbintang. Namun, seiring perjalanan, pandangan saya berubah. Sudut pandang 14mm ini tidak hanya memperkaya foto langit malam, tetapi juga hiruk-pikuk kota, semangat festival, dan ketenangan arsitektur religius.

Tanpa disadari, lensa ini telah menjadi teman perjalanan yang memperkaya pengalaman saya. Saya tidak sabar untuk melihat dunia baru yang akan terbuka di perjalanan berikutnya.

masashi7069
Orang Jepang yang tinggal di Bangkok, Thailand sejak 2018 / Kreator bersertifikat cizucu / Suka memotret pemandangan perjalanan dan kehidupan sehari-hari. Belakangan ini, saya sangat menyukai fotografi langit berbintang.
cizucu: masashi7069
Instagram: @masashi7069
